Selamat Paska pa, gimana kabarnya disana pa? Baik-baik kan ? Saya kangen
banget pa. Saya kangen kita nyanyi dan memainkan musik bersama lagu "Seperti Yang Kau Ingini". Saya juga kangen berenang dan main sepeda sama-sama lagi
seperti waktu kecil.
Pa…
Gak terasa ya, sekarang kk udah semakin
besar, semakin dewasa, sudah ada diumur 18 pa dan bulan Juli nanti menginjak
umur 19 tahun. Dan gak terasa juga saya sudah kehilangan papa hampir setahun, 7
April besok genap 2 tahun papa dipanggil Tuhan. Rasanya pengen ketemu papa, peluk
dan cium papa, dan bilang kalo saya sangat mencintaimu pa.
Pa..
Sebenarnya ada yang mau saya tanyain. Kenapa
ya pa hidup begitu sulit ? Saya jadi inget janji saya waktu papa
dikuburkan. Waktu itu saya gak bisa mikir apa-apa pa, yang saya pikir cuma satu,
yaitu ‘’menjaga dan membahagiakan mama’’. Beberapa tahun yang lalu waktu papa
main kerumah mama untuk nengokin kk dan adek, papa berpesan kalo nanti papa
udah gak ada, saya yang akan gantiin papa untuk jaga mama, untuk bisa
bahagiakan mama.
Pa…
Kita memang lama gak hidup satu rumah, tapi
cinta saya sama papa tetap sama pa. Saya gak mau membeda-bedakan mana orang tua
yang baik dan mana yang tidak baik, bagi
saya, mama dan papa adalah sama. Saya tidak pernah peduli apa kata orang diluar
sana tentang papa, yang saya tau papa adalah papa yang hebat yang saya punya,
saya justru beruntung karna masih mempunyai papa.
Papa mungkin harus tau, setiap malam sebelum
akhirnya Tuhan memanggil papa, saya selalu berdoa agar kita bisa sama-sama
lagi, agar kita bisa menjadi satu keluarga yang utuh lagi pa. Tapi ternyata
Tuhan berkata lain, Tuhan punya rencana lain atas saya. Tuhan memanggil papa
lebih dulu sebelum kita bisa menyatu lagi pa.
Pa…
Setelah kehendak Tuhan terjadi, setelah
Tuhan memanggil papa, doa saya pun berubah pa. Terhitung dari papa udah gak ada
sampai detik ini saya menulis surat ini, saya tidak lagi berdoa untuk
menyatukan kita di dunia ini pa tapi saya hanya berdoa agar saya bisa
menjalankan amanat dari papa yaitu menjaga dan membahagiakan mama.
Pa…
Sekarang saya hidup sendiri. Saya tinggal
jauh dari mama, tapi saya yakin Tuhan Yesus pasti menjaga mama. Sekarang saya
benar-benar merasakan hidup mandiri pa, saya sekarang merasakan bagaimana hidup
luntang-lantung sendiri disini kalau
uang kiriman mama habis. Pa, kalau kakak sakit, gak ada yang ngurusin disini
pa. Kalau kakak laper gak ada yang siapin makanan pa, semua serba dilakukan sendiri.
Kalau kedinginan gak ada yang pakaikan selimut dan gak ada yang gosokkin minyak
kayu putih. Kalau pakaian saya kotor, gak ada yang cuciin pa. Awalnya saya
takut dan gak bisa melakukan semua sendiri tapi lama-kelamaan saya bisa.
Papa.. Dari semua ini, saya bangga sama
diri saya karna akhirnya saya belajar bagaimana memulai segala sesuatunya dari
Nol. Bagaimana mengurus semuanya sendiri. Bagaimana caranya tidak tergantung
pada harta mama. Semoga ini awal yang baik untuk bisa menepati janji saya untuk
menjaga dan membahagiakan mama.
Pa…
Saya juga ingin cerita satu hal. Sekarang saya
sedang bahagia sekaligus sedih pa. Saya mencintai seseorang, tapi orang itu
tidak terlalu menyayangi saya. Dia masih mencintai mantan pacarnya pa. Saya juga
tidak bisa bersatu dengannya. Sebenarnya saya hanya ingin sebuah kesempatan
darinya untuk bisa buktikan kalau saya bisa jauh lebih baik dari mantan-mantan
nya pa. Tapi mungkin dia tidak akan memberikan kesempatan itu pada saya, dia
bilang dia trauma untuk memulai lagi.
Pa… Apa yang harus saya lakukan ? Sekarang
saya begitu menyayanginya tapi di satu sisi saya juga tidak ingin harapan saya
semakin berlebih dan pada akhirnya saya akan kesakitan sendiri.
Pa.. Anak laki-laki ini baik sama saya, dia
care dan smart. Mungkin kalau papa masih ada, saya berniat untuk
memperkenalkannya pada mu pa. Xixixi :D
Pa..
Hampir setiap malam saya berdoa meneteskan
air mata. Saya merasa belum menjadi anak yang baik. Saya masih banyak melakukan
dosa dan kesalahan. Saya belum sepenuhnya bisa menjadi garam dan terang. Pa..
saya mau tanya lagi, apakah Tuhan akan mengampuni saya kalau saya benar-benar
meminta pengampunan dan bertobat dari segala kesalahan-kesalahan saya ?
Pa..
Kalau disana papa sedang bersama dengan
Allah dan Anak-Nya, tolong bilang bahwa saya benar-benar menyesal dan meminta
pengampunan dariNya. Sampaikan juga bahwa saya sangat bahagia dan bersyukur
karna setiap detik Tuhan selalu beserta saya. Dia selalu memberikan
berkat-berkat yang luar biasa setiap harinya. Bahkan bertemu dengan orang yang
sekarang saya cintai adalah sebuah berkat yang luar biasa. Saya tau dengan
berkat luar biasa ini, Tuhan ingin mengajarkan saya bagaimana caranya bersikap,
bagaimana caranya berpikir, bagaimana caranya tulus dan ikhlas mengasihi
seseorang.
Pa..
Disini saya juga punya banyak teman, mereka
semua baik pada saya. Saya juga punya beberapa sahabat yang juga sangat baik
pada saya. Semoga Tuhan mengirimkan Roh Kudus untuk menjaga saya dari pergaulan
yang buruk ya pa :’)
Pa, saya tidur dulu ya, besok saya mau ke gereja dengan orang yang saya cintai, yang tadi saya ceritain ke papa. besok-besok saya janji akan menulis buat papa lagi. Saya sangat menyayangimu pa.
With Love,
Kakak Ika