Bonjour! Bienvenue a mon blog!

Sunday, 29 September 2013

Robbi's Mom and Dad

Kayak punya orangtua baru rasanya. Seneng banget bisa deket sama ibu dan bapak. Seneng banget diperhatiin sama mereka. Seneng banget pokoknya. Ngerasa kayak punya ayah lagi :') kalo papa di surga tau, pasti juga seneng liatnya. Semoga selamanya bisa seperhatian ini ibu sama bapak. Xixi :D

Freelancer at RL

Holla hallo guys!
Finally, bisa bercerita lagi :)

Udah seminggu lebih gue kerja di Red Line Cafe. Gue kerja freelance gitu. Gajinya sama kok kayak part time. Gue seneng kerja disini, senior nya baik, bossnya juga baik. Disini gue belajar banyak banget. Gue belajar buat makanan sama minuman, gue belajar senyum, sopan, dan ramah sama pelanggan. Ini pertama kalinya gue kerja di cafe gini dan baru pertama kalinya juga gue kerja sebagai freelancer. Semoga bisa bertahan lama deh kerja disini. Seru, dapet pengalaman baru :)
Tapi sebenernya gue juga takut sih, gue takut ntar malah keasikan kerja terus lupa sama kuliah. Duh jangan sampe deh.

Thursday, 12 September 2013

Kamu (2)

hari ini pertanyaan-pertanyaan itu terlontarkan lagi dari alat ucapku..
A: "Kamu cinta sama aku?"
B: "Iya, cinta banget"
A: "Kamu pasti mau kan punya hubungan serius?"
B: "Iya"
A: "Tapi hubungan serius itu gak bisa kamu jalanin sama aku"
B: ".........."
A: "Kamu tau kan kenapa sebabnya?"
B: "Iya"
A: "Kamu pasti seneng punya pacar yang seiman sama kamu. Bisa sholat bareng, puasa sama-sama. Pasti nyenengin banget, sayang"
B: "....."
A: "Aku juga pengen dan seneng banget punya seseorang yang seiman sama aku. Bisa ke gereja bareng, baca alkitab sama-sama. Bisa berdoa bareng-bareng. Aku pengen banget, pasti nyenengin juga buat aku"
B: "......"
A: "Kamu mau putus sama aku?"
B: "Enggak lah sayang, aku gak mau"
A: "Aku juga gak mau putus, tapi kita harus"
B: "Kalo itu yang terbaik buat kamu, yasudah mau gimana lagi."
A: "Iya......."

Ini yang dari awal sudah tertebak olehku, akhirnya pasti begini. Kita gak akan bisa pertahanin lama. Pasti sulit buat aku dan kamu terima, tapi ini yang harus kita rasain, ini yang harus kita jalanin, kita gak bisa sama-sama lagi karna satu hal itu. Aku harap kamu mengerti.....

Sunday, 1 September 2013

Kamu..

Kamu. Empat huruf yang membuatku bahagia. Empat huruf yang membuatku selalu tersenyum. Empat huruf yang membuat hidupku berwarna.
Kamu. Dua sukukata yang mengajariku banyak hal, mengajariku cinta, bahagia, rindu, sedih kecewa, benci. Dua sukukata yang juga mengajariku kesederhanaan, kekuatan, kesetiaan, dan banyak hal lain. Waktu demi waktu aku lewati denganmu. Suka duka kita terima dan jalani bersama.
Kamu. Sosok yang selalu hadir menemaniku. Sosok yang selalu menghidupkan jiwaku.
Selamat malam sayang, aku menulis ini dengan cinta yang luar biasa padamu. Aku begitu memahami arti perbedaan. Bagaimana bisa “kalung tasbih” dapat bersatu dengan “kalung salib”? Bagaimana mungkin “menengadahkan tangan” dapat bersatu dengan “melipat tangan”?
Sayang, aku hanya merasa takut bila aku harus kehilanganmu. Entah kehilangan itu karna perbedaan kita atau ada sosok hawa lain.
Sejenak aku teringat, di suatu waktu, kamu bertanya dalam candaanmu, “bagaimana jika nanti ada sosok perempuan lain yang mendekati aku? Bagaimana perasaanmu?”
Sayang, saat itu sesungguhnya hatiku begitu hancur ketika kau menanyakan itu, walaupun aku mengerti itu hanya candaanmu saja, tapi bagaimanapun aku adalah sosok yang begitu menyimpan rasa cinta yang penuh padamu, jadi pertanyaanmu membuatku begitu sedih.
Sayang, aku tidak mengetahui akan berapa lama kita bertahan. Jika masih bisa aku sampaikan kata-kataku untukmu, aku ingin bilang, aku tidak bisa selamanya menjaga dan melihatmu, tidak bisa setiap detik aku menemanimu, jadi aku mohon jagalah hatimu untukku, jagalah cintamu untukku, jagalah kesetiaanmu untukku. Aku mempercayaimu sayang, dan aku mohon jaga kepercayaan ini.



Dari yang begitu mencintaimu.