Bonjour! Bienvenue a mon blog!

Tuesday, 26 February 2013

Surat Cinta Bapa

Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu, walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapatKu atau bersyukur kepadaKu atas sesuatu hal indah yang terjadi di dalam hidupmu kemarin, tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.

Aku kembali menanti.

Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk. Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun.

Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berpikir engkau ingin berbicara kepadaKu, tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru.

Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.

Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau
tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepadaKu dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak melakukannya. Tidak apa-apa. Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku berharap engkau akan berbicara kepadaKu, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan, engkau menyalakan televisi, Aku tidak tahu apakah kau suka menonton televisi atau tidak, hanya saja engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun hanya menikmati acara yang ditampilkan.
Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKu.

Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tak lama
kemudian.

Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu. Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau syukur dari hatimu.

Baiklah… engkau bangun kembali dan kembali. Aku akan menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiKu sedikit waktu.
Semoga harimu menyenangkan.

Bapamu,

Sunday, 17 February 2013

Kau Bisa

aku tau rasanya kehilangan itu seperti apa.
tapi kau tak bisa terus-menerus ada dalam lingkaran masa lalu.
apa yang kau harapkan?
dua kemungkinan besar untukmu.
dia takkan pernah kembali lagi
atau dia akan kembali suatu saat nanti.
ya, entah kapan, tak ada yang tau
terkecuali Yang Maha Cinta.

dirimu indah.
lihatlah, bercerminlah.
tak ada yang salah pada dirimu.
ini hanya sebuah tantangan dariNya
kau pasti bisa melewati semua.

untuk sesuatu yang menyemangatimu,
ingatlah, dia akan menyesal melepas yang terbaik
sepertimu.
jangan berhenti disini.
didepan masih banyak sekali yang mengantri.
ayo lihat, kau akan tau bahwa kau berharga
jangan lagi menutup matamu
dari kelam masa lalu.

aku tau kau bisa.
kau memiliki apa yang tak dimiliki orang lain
syukuri itu lalu berjalanlah
lihatlah kedepan.
masa depanmu jauh lebih indah.

dengan cinta,
Nona Hendrika Valentina

Berbalik

ada apa?
jangan lihat aku seperti itu.
ingatlah, penyesalan selalu duduk dibelakang.
bertindaklah dengan hati-hati.
pikirlah matang-matang sebelum kau memutuskan.
aku sedang mengingat sesuatu tentang dirimu.
sesuatu yang tak dapat orang ketahui.
sesuatu yang tak bisa kuungkap lewat kata.
tenanglah, aku takkan pernah memberitahu siapapun.

kalau tentang aku, kuserahkan padamu.
apa yang mau kau bicarakan tentangku pada orang lain?
tentang keburukan? kebaikan?
atau mungkin tak kau ungkit sama sekali tentang aku?
kurasa itu lebih baik.
belajarlah untuk tidak sok tahu.

dunia ini begitu fana.
hidup ini begitu singkat.
apa kau yakin akan menang dariku?
kau yakin akan bahagia setelah semua ini terjadi?
kuingatkan, berhati-hatilah.
kupastikan, seluruh penghuni Galaksi Bimasakti ini
pasti akan tau tentang dirimu.
bukan aku yang akan memberitau mereka semua
tapi Yang Maha Cinta yang akan memberitahukan
mereka tentang dirimu.

ya, mungkin sebentar lagi waktunya.
sebentar lagi semua akan berbalik menyerangmu.
jaga baik-baik dirimu.
jangan sampai kau hancur.
hancur karna ulahmu sendiri.
kaulah yang mengakibatkan semua itu
terjadi padamu.
kau akan tau rasanya suatu saat nanti.
nikmatilah keadaan itu.

Selamat tinggal :)

Nona Hendrika Valentina

Saturday, 16 February 2013

Ketika Cinta Harus Dipisahkan…



Di tengah sendunya malam, wanita itu menangis. wanita yang disebut Dinda ini tak tau kemana ia harus mengadukan derita nya. Senyum manis serta canda tawanya tak mampu lagi tergores di wajahnya. Dentingan waktu seiring berjalan, hanya derai air mata yang menemaninya. Ia merasa tak mampu lagi menjalani hidup ini. Hidup yang berat untuk seorang wanita yang selalu menganggap dirinya lemah.

Dua tahun sudah kekasihnya pergi. Roni namanya. Kekasih hati yang sangat dicintainya harus pergi begitu saja meninggalkannya. Sang pujaan hati kini berlari menyusuri jalan surga, dan lama-kelamaan ia mulai tenggelam di samar-samar matahari terbenam. Dua tahun lalu, di malam itu rasanya Dinda tak mau hidup lagi, ia hanya mau pergi mengikut kekasihnya meninggalkan dunia ini. 

Ia teringat masa-masa indahnya bersama Roni. Seperti ketika Dinda sedang kecewa, sedih, dan menangis. Roni selalu datang menghampirinya dengan membawakan sebuah kejutan kecil lalu mengajaknya pergi jalan-jalan. Atau ketika Dinda sedang sakit, Roni sang kekasih selalu menemaninya dan merawatnya dengan penuh kasih.

Dinda juga teringat ketika Roni melamarnya. Saat itu adalah saat paling indah bagi Dinda. Pagi itu, Roni menaruh sebuah kado untuk Dinda di depan pintu rumahnya. Ketika itu, Dinda sedang bersiap-siap untuk pergi bekerja. Pada waktu Dinda hendak berangkat ke kantor, ia membuka pintu rumah nya lalu didapatinya sebuah kado dan ternyata itu dari kekasihnya. Kado itu berisi gaun cantik berwarna putih dihiasi pita di dekat lengan gaunnya dan juga bunga pada bagian pinggang gaun tersebut. Roni juga menuliskan sebuah surat kecil yang diselipkan diantara lipatan gaun itu. Pada surat itu, Roni meminta Dinda untuk memakai gaun cantik itu ke acara Dinner mereka malam nanti. Setelah sekitar 10 menit ia membuka kado dan membaca surat dari Roni, Dinda pun bergegas pergi kekantor. Wajahnya memerah nan ceria bagaikan bunga-bunga yang bermekaran pad ataman surga. Dinda begitu bahagia hari itu, ia juga sangat semangat bekerja ketika itu. Ia tak sabar akan memakai gaun itu lalu pergi makan malam bersama kekasihnya.

Jam menunjukkan pukul 17.00. Ia pun bersiap untuk pulang dari kantor. Dinda sampai dirumahnya tepat pukul 18.00. Tanpa buang waktu, ia lalu bergegas untuk mandi. Setelah mandi, ia lalu bersolek di depan kaca, dipakainya semua alat make-up yang ia miliki agar terlihat cantik di depan Roni. Setelah berdandan, ia lalu mengenakan gaun indah itu. Dan benar, Dinda sangat terlihat cantik. Tak lupa juga ia merapihkan rambutnya yang panjang sebahu itu.

Saat itu menunjukkan pukul 18.50. Roni pun tiba dirumah Dinda. Dinda pun segera membuka pintu rumahnya dan menyambut Roni dengan senyuman manisnya. Roni terkejut karna kekasihnya begitu cantik dengan gaun yang ia belikan. Sungguh hari itu adalah hari yang spesial untuk pasangan sejoli ini.

Sesampainya di restoran tersebut, mereka pun turun dari mobil lalu masuk kedalam restoran itu. Di dalam restoran itu, Dinda terheran, mengapa tak ada satu pelanggan pun yang makan di restoran itu. Ia pun menanyakan hal itu pada Roni, dan kekasihnya itu berkata bahwa restoran ini sudah disewa nya untuk mereka berdua.Dinda semakin bahagia mendengar hal itu.

Tak lama kemudian, sebelum mereka memakan santapan malam, pelayan di restoran itu membawakan wine untuk mereka. Bukan hanya itu, para pemain biola pun sudah disewakan Roni. Malam itu sungguh indah bagi mereka berdua. Setelah meminum wine, mereka lalu menyantap hidangan makan malam sambil ditemani lantunan biola yang indah.


Setelah selesai makan malam, Roni pun menyuruh Dinda untuk menutup matanya. Lalu ia membawa Dinda ke sebuah taman dibelakang restoran itu. Taman yang bagus. Banyak bunga-bunga dan lilin-lilin di tepian taman. Semua sudah disiapkan Roni. Tak hanya itu, Roni juga menyewa pemain piano untuk memainkan lagu kesukaan sepasang kekasih ini.

Roni lalu menyuruh Dinda untuk membuka matanya secara perlahan. Dinda begitu terkejut, didapatinya taman yang selama hidupnya belum pernah dilihatnya taman sebagus dan seindah itu. Belum lagi dentingan piano memainkan lagu kesukaan mereka. Dinda terlihat begitu bahagia dengan semua itu. Ia tak tau harus mengutarakannya dengan kata-kata seperti apa.

Tak lama kemudian, Roni mengajak Dinda ke tengah taman, lalu ia berlutut dihadapan kekasihnya yang sangat ia dicintainya itu. Roni mengutarakan seluruh isi hati nya pada Dinda. Pertanyaan inti dari semua kejutan hari ini akhirnya dinyatakan oleh Roni. Pertanyaan sekali dan takkan diulanginya lagi, ‘’apakah kau mau menikah denganku ?’’. dengan pipi merah merona dan sikap tersipu-sipu, Dinda pun menjawab ‘’ya, aku mau menikah denganmu’’. Lalu Roni memakaikan cincin di jari manis kekasihnya. Setelah itu Roni berdiri, ia mencium kening kekasihnya dengan penuh kasih lalu memeluk Dinda dengan erat. Mereka begitu bahagia karna Tuhan telah memberikan masing-masing dari mereka sebuah cinta yang begitu kuat antara satu dengan lainnya. Setelah lama berpelukan, mereka pun bergegas untuk pulang. Jam menunjukkan pukul 20.55. Mereka lalu keluar dari restoran tersebut dan masuk dalam mobil lalu melakukan perjalanan pulang.

Malam itu sungguh malam yang benar-benar indah bagi pasangan kekasih ini. Malam yang tak dapat terlupakan. Malam yang membuat bahagia sekaligus meninggalkan luka yang begitu dalam. Saat itu rintik hujan mengiringi kepergian kekasihnya. Bagaikan pisau yang baru saja diasah, tikungan pada jalanan itu begitu tajam. Juga bagaikan halilintar, mobil dari lawan arah pada saat itu dikemudikan dalam keadaan kecepatan tinggi. Tabrakan mengenaskan itu akhirnya membuat Dinda kehilangan separuh hatinya yaitu Roni sang kekasih. Saat itu Dinda hanya mengalami lecet-lecet pada tangan dan kaki nya, tetapi Roni tak sadarkan diri. Melihat itu semua, Dinda sangat panik lalu keluar dari mobil tersebut dan meminta pertolongan masyarakat sekitar.

Warga lalu mengantar Roni dan Dinda ke Rumah Sakit terdekat. Di perjalanan, Dinda hanya bisa menangis dan berdoa pada Tuhan agar Roni selamat. Ia tak ingin semua harapannya bersama Roni hancur lebur begitu saja.

Mereka pun sampai di Rumah Sakit, lalu Roni dibawa ke ruang UGD oleh perawat-perawat disana. Dinda dari balik pintu ruangan itu hanya bisa menangis dan berharap Roni bisa terus bersamanya, Roni bisa selamat.

Pemeriksaan pada kekasih dari wanita itu hanya segelintir. Baru beberapa menit berada di ruang UGD, tempat tidur roda yang membawa kekasihnya itu sudah keluar lagi. Kabar buruk pun diterima oleh Dinda. Kekasihnya tak dapat tertolong. Roni kehilangan banyak darah dan juga mengalami patah tulang pada banyak bagian tubuh. 

Saat itu, Dinda hanya bisa terdiam, tak percaya bahwa kekasihnya memang benar-benar sudah tak ada. Ia berharap itu semua hanyalah mimpi buruk belaka. Tapi apa daya, manusia tak bisa melawan takdirnya. Haru biru terjadi disana. Tangisan melimpah ruah bagaikan air sungai yang mengalir deras. Orang tua Dinda dan kekasihnya beserta dengan sahabat-sahabat dekatnya ada disana. Mereka semua tak bisa berpikir banyak lagi. Sebagai anak, sebagai kekasih serta sebagai sahabat Roni harus pergi meninggalkan dunia ini. Sempat beberapa kali Dinda tak sadarkan diri dan harus ditangani juga di Rumah Sakit yang sama. 

Sungguh begitu menyedihkan, harus kehilangan orang yang paling dicintai. Selama dua tahun kepergian kekasihnya, Dinda tak pernah bangkit dari kesedihannya itu. Setiap malam di tempat tidurnya, ia hanya bisa memeluk foto Roni dan menangisi kekasihnya sampai akhirnya ia tertidur. Cinta yang begitu besar pada Roni membuat Dinda sangat terpukul. Ia tak mau lagi mencari pengganti Roni. Ia bahkan bertekad untuk tak menikah sampai akhir hidup nya, sampai ia bertemu kembali dengan sang kekasih yang lebih dulu pergi itu.

Setiap hari teman-temannya serta orang tuanya berusaha menghibur, memperkenalkannya pada pria-pria lain, tapi apa daya, sifat keras kepala Dinda susah dikalahkan. Ditambah lagi dengan cintanya yang begitu kuat pada Roni, membuat Dinda bersikukuh tak mau lagi kenal dengan pria lain. Sampai detik ini, Dinda masih menikmati kesendiriannya dibawah bayangan Roni. Tak tau sampai kapan ia akan terus seperti itu. Tapi semoga saja Dinda bisa bangkit dari kesedihannya. Ia tak menganggap dirinya lemah lagi dan membuktikan pada dunia bahwa ia memang bisa bangkita dari masa lalu.
Begitu sakit ketika rencana kita harus gagal. Tapi kita harus selalu tau bahwa Tuhan ingin yang terbaik untuk kita. Terkadang rencana kita sering tak sejalan dengan rencana Tuhan. Tuhan sangat dengan gampangnya mengambil apa yang kita miliki. Serahkanlah semua kepadaNya, biarlah Ia yang menjaga dan merawat cinta yang kita miliki. Tuhan pastilah lebih tau apa yang kita butuhkan dan apa yang terbaik untuk kita. Haruslah juga kita ingat bahwa jodoh, rejeki, hidup dan mati hanya ada pada tanganNya.

Dengan cinta,

Nona Hendrika Valentina


Wednesday, 6 February 2013

Untuk Kekasih Baru Mantan Kekasihku (Dwitasari)

Ah... Sebenarnya aku tidak mengenalmu
Siapa kamu
Dan berapa umurmu
Tapi...
Aku tak terlalu memedulikan itu

Kudengar
Kamu sudah menjadi pilihan terakhir mantan kekasihku
Astaga!
Mengapa mulutmu menganga?
Jadi...
Kamu terperanjat ketika tahu dia pernah menjadi kekasihku?
Sudahlah...
Tutup saja mulutmu dengan telapak tanganmu
Lalu...
Dengarkan ceritaku

Tentu saja
Aku lebih dulu mengenal dia daripada kamu mengenalnya
Sudah pasti
Aku lebih tahu luar dalam tubuh dan ruhnya

Mungkin
Dia pernah bercerita tentangku padamu
Aku bisa menebak bagaimana wajahnya yang manis itu tiba-tiba merah padam
Aku mampu membayangkan matanya yang indah tiba-tiba terbelalak
Aku mampu mereka-reka hidung mancungnya tiba-tiba kembang-kempis dan nafasnya mendengus tajam
Aku bisa merasakan amarahnya dari sini
Aku masih sanggup merasakan debar jantungnya yang mulai berdegup

Sebenarnya...
Dia pria yang baik
Dia manis dan cukup romantis
Tapi...
Entah mengapa ada hal asing dalam dirinya yang sulit kuterima dan kumengerti
Mungkin...
Kau bisa lebih mengerti
Mungkin...
Kau bisa menerjemahkan keasingan itu menjadi suatu kelaziman

Bagaimana kabarnya sekarang?
Apa kacamatanya masih bulat seperti kakek-kakek yang senang membaca koran di pagi hari?
Apakah nafasnya masih terngah-engah ketika ia sangat berantusias?
Masihkah jemarinya hangat ketika menggenggam tanganmu?
Masihkah bahunya kuat ketika tubuhmu bersandar di situ?
Aku tahu kalian pasti sangat bahagia
Walaupun mungkin saja tebakanku salah

Sinar matanya pasti semakin hangat
Ingatanku masih belum mampu melupakan kilatan halus di matanya
Otakku belum mampu menghapus rasa hangatnya ketika ia mengenggam tanganku dulu
Suaranya masih terus menderu
Halus dan lembut saat ia memanggil namaku dulu
Tolong jangan cemberut atau menangis!
Semua terjadi di masa lalu
Dan lihatlah pada dirimu!
Sekarang kamu memiliki dia
Sekarang aku kehilangan dia
Kamu masa depannya
Aku masa lalunya

Aku yakin
Dia pasti sangat mencintaimu
Karena ibunya juga mencintaimu secara penuh
Kamu dipilih langsung oleh ibunya
Untuk menjadi kekasihnya
Aku dipilih langsung oleh ibunya
Untuk mengakhiri semua yang telah terbentuk
Mimpi yang kurancang dengannya hampir sempurna
Istana yang kubuat bersamanya hampir selesai
Tapi...
Semua terpaksa hancur
Semua harus lebur
Aku tidak menyalahkan kamu
Telah terjadi bukan berarti akan berlanjut dan memiliki akhir yang indah
Seharusnya aku tahu dari awal
Rencana yang aku dan dia buat tak akan berakhir indah
Semua memang hanya mimpi
Kenyataannya...
Kamulah yang menjadi takdirnya
Kamulah yang miliki hatinya

Kau tak perlu tahu bagaimana hubunganku dan hubungannya berakhir
Yang jelas semua sulit diterima akal sehat
Hanya karena mataku tak sipit!
Hanya karena aku tidak bisa melafalkan bahasa mandarin!

Semua berakhir dalam keterpaksaan
Mungkin ada keterpaksaan juga saat ia memelukmu dengan erat
Mungkin ada keterpaksaan juga saat ia berbicara cinta padamu

Kau bisa miliki raga dan tubuhnya
Tapi...
Kau tidak bisa milikki jalah hidupnya

Semoga hanya aku yang tahu cacat dalam dirinya
Semoga hanya aku yang mengerti keindahan dalam tuturnya

Kali ini...
Kamu pasti menangis
Kamu pasti menyesal
Wanita cerdas tak pernah menyesal!
Seperti aku yang tak pernah menyesal mencintai dia!
Seperti aku yang tak pernah menyesal membangun mimpi bersamanya!

with love :)
Dwitasari

Ucapan dan Doa 3 Tahun Lalu



Terimakasih untuk ucapan ulang tahun yang kau buat untuk ulang tahunku 3 tahun yang lalu.

Kau benar, kita tidak sempurna, tapi biarlah Tuhan yang menyempurnakan cinta kita.

Aku tau saat kau membuatkan ucapan ulang tahun ini untukku, bukan hanya matamu yang rela menahan kantuk untuk membuatnya, bukan hanya pikiranmu yang berusaha mencari dan menyusun huruf-huruf dan kalimat-kalimat itu, juga bukan hanya tanganmu yang bekerja untuk menempelkan huruf-huruf dan menghiasnya, tetapi aku yakin hatimu juga selalu mendoakanku dan kita :’)

Sebenarnya banyak kado yang kau beri untukku pada saat itu, tapi aku lebih suka ucapan ini, karna kau sendiri yang mengerjakannya, bahkan rela bergadang, padahal esok pagi nya kau berjanji akan menjemputku dan mengajakku pergi ke sekolah bersama.

Kau selalu berusaha menyenangkanku dengan hal-hal yang bisa kau lakukan. Aku bahagia karna kau sangat mencintaiku. Kau selalu memperhatikanku, selalu saja menemaniku. Hari-hariku terasa indah bersamamu. Aku sangat-sangat bahagia karna memilikimu.

Tanpa terasa aku menuliskan cerita ini dengan jatuhan air mata. Aku jadi ingat, dulu, saat kita masih bersama, kau tak pernah mau melihatku menangis. Rasanya sudah tak ada lagi kata-kata yang bisa mengungkapkan perasaanku. Sungguh sulit jika kau tau. Ini sudah berjalan tahun ketiga aku tak bersamamu. 

Aku selalu bertanya pada Yang Maha Cinta, mengapa Dia tak menyempurnakan cinta kita? Mengapa kita harus berpisah? Sebenarnya apa rencanaNya atas kita? Mengapa kau berubah? Dan mengapa begitu cepat waktu yang bisa kuhabiskan bersamamu? Hanya kurang lebih 10 bulan dan setelah itu tak pernah ada lagi kesempatan untuk dekat denganmu, bahkan untuk berteman pun aku tak kau izinkan. Mengapa akhirnya harus seperti ini?

Aku selalu ingat saat kau memintaku menjadi kekasihmu pada 25 Desember 2009 jam 01.00. Aku begitu bahagia asal kau tau :’)

Malam ini, setelah menuliskan cerita ini, aku akan melipat tanganku, menundukkan kepalaku, dan kembali berseru padaNya. Kembali mendoakan kamu, aku, dan kita. Kembali bersyukur dan berpengharapan pada Tuhan agar kiranya Ia mau menyempurnakan cinta kita, sama seperti doamu 3 tahun yang lalu di ulang tahunku ke 16. Terimakasih untuk waktumu, untuk kesempatan menjadi kekasihmu, dan untuk doa-doamu yang kau panjatkan untukku dan kita dulu. Tapi aku akan selamanya mendoakanmu dan kita sampai Yang Maha Cinta berkata bahwa bukan kau yang menjadi sejoli ku, dan juga sebaliknya.

Cerita ini kutulis dengan cinta,

Nona Hendrika Valentina

Monday, 4 February 2013

-

lalu, selanjutnya apa?
tidak ingin berpikir keras lagi untuk hal ini.
biarkan saja mengalir adanya.
tak usah tergesa-gesa mengambil keputusan,
santai saja, perjalan tentunya masih panjang.hal seperti ini sudah biasa dan wajar terjadi, jangan takut.
semua orang pasti mengalaminya.

tak begitu rumit sebenarnya,
hanya perlu ketenangan dalam menentukan.
jangan lupa juga untuk membawa ini dalam doa,
usaha takkan berhasil bila tanpa doa.

masih banyak hal yang belum diketahui.
masih perlu banyak belajar.
lakukan apa yang bisa dilakukan.
terkadang, orang lain tak bisa melakukannya,
tapi kita bisa.
terkadang juga, kita tak bisa melakukannya,
tapi orang lain bisa melakukannya.

5 februari 2013
tenangkan dirimu, jangan miliki sifat gegabah :)

Saturday, 2 February 2013

lirik: Vhe - Entah Kapan



Tak ada yang mengerti sakit nya
Tak ada yang mengerti hancur nya
Mereka hanya bisa bicara
Tapi tiada yang ikut rasakan

Ketika waktu pisahkan kita
Ketika hati  tak lagi satu
Dan ketika harus aku yang terluka
Maka cinta tulus yang obatinya

reff: Entah sampai kapan...
Aku kan bertahan..
Bertahan disini...
Tanpamu lagi...
Semua tlah hilang berlalu...
Tanpa kata..

bridge: Satu yang ku tau
Aku mencintaimu
Biarlah terus kusimpan
Cintamu senyummu dalam hatiku

lirik: Vhe - Diam Tanpamu


Mentari bersinar , Ku hanya diam
Langit nya bercerah, Ku hanya diam
Tak kusapa mereka dengan senyumku
Tak kusapa mereka dengan ceriaku

Bulan bercahaya, Ku hanya diam
Bintang gemerlapan, Ku hanya diam
Tak kusapa mereka dengan senyumku
Tak kusapa mereka dengan ceriaku

Reff: Mimpi besar… nan indah
Jatuh hancur…  begitu saja
Tak dapat ku meraihnya
Tak dapat ku mengambilnya
Kau segalanya… namun tiada lagi
Kamu…

*) Back to reff

Dan tiada lagi.. kamu..