Terimakasih untuk ucapan ulang tahun yang kau buat
untuk ulang tahunku 3 tahun yang lalu.
Kau benar, kita tidak sempurna, tapi biarlah
Tuhan yang menyempurnakan cinta kita.
Aku tau saat kau membuatkan ucapan ulang tahun ini
untukku, bukan hanya matamu yang rela menahan kantuk untuk membuatnya, bukan
hanya pikiranmu yang berusaha mencari dan menyusun huruf-huruf dan
kalimat-kalimat itu, juga bukan hanya tanganmu yang bekerja untuk menempelkan
huruf-huruf dan menghiasnya, tetapi aku yakin hatimu juga selalu mendoakanku
dan kita :’)
Sebenarnya banyak kado yang kau beri
untukku pada saat itu, tapi aku lebih suka ucapan ini, karna kau sendiri yang
mengerjakannya, bahkan rela bergadang, padahal esok pagi nya kau berjanji akan
menjemputku dan mengajakku pergi ke sekolah bersama.
Kau selalu berusaha menyenangkanku dengan
hal-hal yang bisa kau lakukan. Aku bahagia karna kau sangat mencintaiku. Kau
selalu memperhatikanku, selalu saja menemaniku. Hari-hariku terasa indah
bersamamu. Aku sangat-sangat bahagia karna memilikimu.
Tanpa terasa aku menuliskan cerita ini dengan
jatuhan air mata. Aku jadi ingat, dulu, saat kita masih bersama, kau tak pernah
mau melihatku menangis. Rasanya sudah tak ada lagi kata-kata yang bisa
mengungkapkan perasaanku. Sungguh sulit jika kau tau. Ini sudah berjalan tahun
ketiga aku tak bersamamu.
Aku selalu bertanya pada Yang Maha Cinta,
mengapa Dia tak menyempurnakan cinta kita? Mengapa kita harus berpisah?
Sebenarnya apa rencanaNya atas kita? Mengapa kau berubah? Dan mengapa begitu
cepat waktu yang bisa kuhabiskan bersamamu? Hanya kurang lebih 10 bulan dan
setelah itu tak pernah ada lagi kesempatan untuk dekat denganmu, bahkan untuk
berteman pun aku tak kau izinkan. Mengapa akhirnya harus seperti ini?
Aku selalu ingat saat kau memintaku menjadi kekasihmu
pada 25 Desember 2009 jam 01.00. Aku begitu bahagia asal kau tau :’)
Malam ini, setelah menuliskan cerita ini, aku
akan melipat tanganku, menundukkan kepalaku, dan kembali berseru padaNya.
Kembali mendoakan kamu, aku, dan kita. Kembali bersyukur dan berpengharapan
pada Tuhan agar kiranya Ia mau menyempurnakan cinta kita, sama seperti doamu 3
tahun yang lalu di ulang tahunku ke 16. Terimakasih untuk waktumu, untuk
kesempatan menjadi kekasihmu, dan untuk doa-doamu yang kau panjatkan untukku dan
kita dulu. Tapi aku akan selamanya mendoakanmu dan kita sampai Yang Maha Cinta
berkata bahwa bukan kau yang menjadi sejoli ku, dan juga sebaliknya.
Cerita ini kutulis dengan cinta,
Nona Hendrika Valentina
No comments:
Post a Comment