Bonjour! Bienvenue a mon blog!

Wednesday, 6 February 2013

Ucapan dan Doa 3 Tahun Lalu



Terimakasih untuk ucapan ulang tahun yang kau buat untuk ulang tahunku 3 tahun yang lalu.

Kau benar, kita tidak sempurna, tapi biarlah Tuhan yang menyempurnakan cinta kita.

Aku tau saat kau membuatkan ucapan ulang tahun ini untukku, bukan hanya matamu yang rela menahan kantuk untuk membuatnya, bukan hanya pikiranmu yang berusaha mencari dan menyusun huruf-huruf dan kalimat-kalimat itu, juga bukan hanya tanganmu yang bekerja untuk menempelkan huruf-huruf dan menghiasnya, tetapi aku yakin hatimu juga selalu mendoakanku dan kita :’)

Sebenarnya banyak kado yang kau beri untukku pada saat itu, tapi aku lebih suka ucapan ini, karna kau sendiri yang mengerjakannya, bahkan rela bergadang, padahal esok pagi nya kau berjanji akan menjemputku dan mengajakku pergi ke sekolah bersama.

Kau selalu berusaha menyenangkanku dengan hal-hal yang bisa kau lakukan. Aku bahagia karna kau sangat mencintaiku. Kau selalu memperhatikanku, selalu saja menemaniku. Hari-hariku terasa indah bersamamu. Aku sangat-sangat bahagia karna memilikimu.

Tanpa terasa aku menuliskan cerita ini dengan jatuhan air mata. Aku jadi ingat, dulu, saat kita masih bersama, kau tak pernah mau melihatku menangis. Rasanya sudah tak ada lagi kata-kata yang bisa mengungkapkan perasaanku. Sungguh sulit jika kau tau. Ini sudah berjalan tahun ketiga aku tak bersamamu. 

Aku selalu bertanya pada Yang Maha Cinta, mengapa Dia tak menyempurnakan cinta kita? Mengapa kita harus berpisah? Sebenarnya apa rencanaNya atas kita? Mengapa kau berubah? Dan mengapa begitu cepat waktu yang bisa kuhabiskan bersamamu? Hanya kurang lebih 10 bulan dan setelah itu tak pernah ada lagi kesempatan untuk dekat denganmu, bahkan untuk berteman pun aku tak kau izinkan. Mengapa akhirnya harus seperti ini?

Aku selalu ingat saat kau memintaku menjadi kekasihmu pada 25 Desember 2009 jam 01.00. Aku begitu bahagia asal kau tau :’)

Malam ini, setelah menuliskan cerita ini, aku akan melipat tanganku, menundukkan kepalaku, dan kembali berseru padaNya. Kembali mendoakan kamu, aku, dan kita. Kembali bersyukur dan berpengharapan pada Tuhan agar kiranya Ia mau menyempurnakan cinta kita, sama seperti doamu 3 tahun yang lalu di ulang tahunku ke 16. Terimakasih untuk waktumu, untuk kesempatan menjadi kekasihmu, dan untuk doa-doamu yang kau panjatkan untukku dan kita dulu. Tapi aku akan selamanya mendoakanmu dan kita sampai Yang Maha Cinta berkata bahwa bukan kau yang menjadi sejoli ku, dan juga sebaliknya.

Cerita ini kutulis dengan cinta,

Nona Hendrika Valentina

No comments:

Post a Comment